Pengelolaan Lahan Marginal dengan Raisa

Jika wangimu saja bisa

Memindahkan duniaku

Maka cintamu pasti bisa

Mengubah jalan hidupku

Itu adalah penggalan lirik dari lagu milik Raisa yang telah di tonton di youtube sebanyak 53 juta pasang mata saat tulisan ini ditulis. Akan tetapi, saya disini tidak akan membahas seseorang yang pernah mendapatkan penghargaan AMI Award kategori Artis Wanita Solo Pop Terbaik 2016 untuk lagu kali kedua. 

Raisa - kapanlagi

Disini saya akan memberikan infromasi sebuah teknologi dalam pertanian yang memiliki nama seperti pelantun lagu kali kedua tersebut, yaitu teknologi RAISA

Sebagai bentuk upaya mewujudkan swasembada pangan, pemerintah mulai mendorong berbagai cara untuk mewujudkan swasembada pangan khususnya tanaman padi. Badan penelitian dan pengembangan pertanian atau biasa dikenal dengan nama Balitbangtan mengusulkan menggunakan lahan rawa pasang surut dengan menerapkan teknologi RAISA [1]. RAISA sendiri adalah Rawa Pasang Surut Intensif, Super, dan Aktual. Maka Teknologi RAISA adalah Teknologi Padi Rawa Pasang Surut Intensif, Super, dan Aktual [1].

Teknologi Raisa - Litbang Pertanian

Teknologi ini pada prinsipnya merupakan rangkai komponen teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi pasang surut. Teknologi ini komponennya aktual, karena menggunakan hasil inovasi Badan litbang Pertanian terkini untuk pengelolaan dan sistem produksi padi di lahan rawa pasang surut. Dikatakan intensif karena teknologi ini mendorong peningkatan hasil dan peluang peningkatan indeks pertanaman dari 1 menjadi 2 atau 3 kali dalam satu tahun [2]

Perlu diketahui sebelumnya, kenapa ada teknologi khusus pada lahan rawa pasang surut ? hal ini terjadi karena lahan rawa pasang surut adalah lahan marginal, maka perlu dilakukan perlakuan khusus. Sebagai lahan marginal, memanfaatkan lahan ini sebagai pertanian bukanlah hal yang mudah, tapi bisa diusahakan seperti sebuah peribahasa “ Dimana ada kemauan disana ada jalan “ 

Lahan Rawa Pasang Surut - Harian Terbit

Kenapa perlu memanfaatkan lahan marginal atau lahan kritis ? pemanfaatan lahan marginal untuk lahan pangan sebagai awal menjaga stabilitas ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian petani, di samping itu secara alamiah menjaga kelestarian ekosistem serta mengurangi pembukaan lahan pertanian dari lahan hutan [3]

Perlu diingat dan camkan ini baik - baik, dalam pengelolaan serta pemanfaatan lahan marginal diperlukan kehati - hati, karena dihadapkan dengan permasalahan lahan marginal yang sedemikian kompleksnya. 

Kendalanya mencakup sifat fisik, kimia, fisikokimia, biologi tanah, kehadiran bahan-bahan beracun baik organik maupun anorganik, dan kondisi hidrologi lahan yang memerlukan penataan khusus, karena itu lah lahan marginal sangat rentan terhadap perubahan [4].

Kembali lagi ke lahan rawa pasang surut, pengelolaan ini diharapkan bisa mendongkrak produksi padi dengan memanfaatkan lahan marginal [1]. Adanya  pengelolaan ini, lahan rawa pasang surut yang selama ini kurang perhatian maka akan bisa lebih dimanfaatkan.

Ditulis Oleh    : Mirza Saputra

Sumber            : [1] [2] [3] [4] 

DotyCat - Teaching is Our Passion