Asal Muasal Hama

            Pernahkah kalian menanam sebuah tanaman dan terserang oleh hama ? Namun, sebelum nya kalian tidak pernah menemui hama tersebut dan pernahkah kalian mempertanyakan asal muasal kehadiran hama yang merusak tanaman kalian ? bertanya - tanya dimana mereka bersembunyi selama ini ? kenapa setelah menanam baru muncul hama tersebut.

Ulat Grayak

            Jawaban paling sederhana dari pertanyaan tersebut adalah hama berasal dari alam, mereka hidup serta bertahan hidup berdampingan dengan kita. Sebenarnya hama sendiri adalah spesies binatang yang biasa kita temui, dan hama tersebut merupakan sebuah istilah untuk spesies binatang yang merugikan. 

            Perubahan dari spesies binatang biasa menjadi binatang merugikan merupakan perubahan yang diakibatkan oleh tindakan manusia. Sebagian besar masalah hama timbul dan berkembang akibat adanya interaksi antara berbagai kombinasi faktor yang ada dalam ekosistem pertanian. 

Menurut Stern et al. ( 1959 ) yang merupakan sekelompok entomolog dari University of California yang pertama kali melontarkan konsep PHT, dalam buku “ Pengelolaan Hama Terpadu “ karya Gatot Mudjiono [1], menjelaskan tentang perubahan status binatang yang berakhir dengan menjadi binatang yang merugikan. 

Perubahan Tanaman Monokultur


Hamparan Padi Sawah

Perubahan hutan primer maupun sekunder ke tanaman monokultur dapat merubah status binatang menjadi hama. Penanaman monokultur mampu memperbaiki kondisi kolonisasi, penyebaran dan pertumbuhan populasi serangga, sehingga merubah kedudukan binatang menjadi hama.

Tanaman monokultur ini adalah bentuk dari program intensifikasi pertanian. Intensifikasi pertanian mendorong terjadinya pengurangan vegetasi alami yang merupakan tempat tinggal musuh alami, karena keberadaan musuh alami yang di tekan maka keberadaan hama menjadi meningkat.

Pemindahan Hama Melewati Batas Geografik

Menurut Waage ( 1996 ), salah satu penyebab ledakan hama di negara yang sedang berkembang akhir – akhir ini adalah masalah introduksi serangga atau binatang lain yang secara tidak sengaja dari suatu negara ke negara lain. Berpindahnya hama yang melewati batas – batas geografik tertentu makan hama tersebut meninggalkan predator, parasitoid, dan patogennya yang ada di tempat asal nya.

Salah saut contoh introduksi binatang yang menjadi hama adalah Keong emas ( Pomaceae canalicuta Lamark ), binatang ini berasal dari Amerika Latin dan menyebar ke Asia tenggara, binatang ini pun berubah status menjadi hama padi. 

Perubahan Toleransi Manusia

            Binatang dapat berubah pangkat sebagai hama karena adanya penggolongan kembali suatu serangga yang sebelumnya tidak dianggap sebagai hama, hal ini di sebabkan karena menurunnya toleransi manusia terhadap kerusakan hama.

Kudis pada Pisang

            Sebagai contoh, Ngengat Pisang ( Nocoleiaoctasema ) adalah hama penyebab gejala kudis pada kulit pisang. Melihat 10 tahun kebelakang, serangga ini belum dianggap hama karena konsumen masih mau membeli pisang tersebut untuk di konsumsi. Ketika konsumen menuntut kualitas buah pisang yang permukaan buah halus, warna seragam, maka serangga tersebut berubah status menjadi hama yang merugikan karena menyebabkan pisang tidak sesuai dengan permintaan konsumen.

            Beberapa kasus, ada tanaman yang mengundang datang nya binatang dan binatang tersebut bisa dikatakan sebagai hama apabila telah menyebabkan nilai ambang ekonomi merendah. Kesimpulanya, hama merupakan sebutan yang di ciptakan manusia untuk menggambarakan binatang yang merugikan dan sebutan hama tersebut tercipta akibat keadaan yang merubah status binatang.  

Ditulis Oleh : Mirza Saputra

Sumber : [1]

DotyCat - Teaching is Our Passion