Bertahan Hidup dengan Budidaya
Hampir 1 semester kita telah dan masih melewati masa - masa sulit ini, sebuah masa yang memaksa kita untuk tetap dirumah saja, sebuah era yang memaksa kita untuk saling berjarak, serta sebuah periode yang memaksa kita untuk tidak bersekolah serta bekerja maupun beraktivitas seperti biasanya. Masa - masa sulit ini kita kenal dengan masa pandemi korona.
Pada prinsipnya masa pandemi ini bisa dikatakan sebagai masa “ paceklik “ bagi generasi kita, masa yang sama ketika generasi pendahulu kita mengalami masa gagal panen raya atau ketika periode krisis moneter.
Masa paceklik dapat di sama artikan sebagai masa sepi, sepi mengenai tentang perdagangan, kegiatan serta hal - hal yang lain. Masalah pangan dan finansial pun menjadi sepi ketika pandemi ini berlangsung. Bagaimana tidak ? banyak pekerja atau karyawan yang diliburkan oleh perusahaanya, itu berarti jika mereka tidak bekerja maka mereka tidak akan mendapatkan uang dan jika mereka tidak dapat uang maka mereka tidak makan.
Meski memiliki uang sekalipun, kita tidak bisa bebas pergi ke pasar untuk membeli bahan pangan setiap saat karena pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah dan hanya keluar jika sangat diperlukan, himbauan ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus korona. Masa - masa seperti ini lah seharusnya kita belajar untuk menciptakan gaya hidup baru serta kebiasaan baru sebagai bentuk bertahan hidup dari masa pandemi ini.
![]() |
| Budidaya |
Selama pandemi ini berlangsung, banyak masyarakat yang mulai belajar tentang pentingnya budidaya pangan sendiri di rumah seperti menanam sayur - sayuran, memelihara ikan dan sebagainya. Gaya hidup seperti ini akan sangat membantu kita untuk bertahan hidup selama masa pandemi ini.
Sebagai contoh menanam, menanam bisa dikatakan sebagai sebuah investasi pangan, dengan menanam kita bisa menghemat beberapa persen pengeluaran kita yang biasa nya kita dihabiskan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Menanam ini bersifat seperti investasi maka hasil dari menanam ini tidak bisa dirasakan secara langsung, meski begitu hasil dari menanam ini akan sangat terasa di kemudian hari. Sebagian kebutuhan pangan akan tercukupi dengan budidaya dan menghemat pengeluaran secara finansial serta bisa menjadi ladang usaha.
![]() |
| Berkebun |
Istilah menanam di lingkungan kita lebih dibahasakan dengan istilah berkebun. Umumnya, kita menanam jenis tanaman sayur daun karena umurnya yang genjah serta mudah perawatan nya. Sebagian dari kita yang memiliki lahan tanah luas, biasanya akan menanam di lahan milik mereka, sedangkan yang tidak memiliki lahan tanah yang luas, biasanya menggunakan polybag.
Marak nya kegiatan berkebun di tengah pandemi ini dibuktikan dengan banyaknya toko yang telah kehabisan stok polybag dan kehabisan benih.
| Budikdamber |
Untuk memenuhi kebutuhan daging serta protein setiap rumah, mulai saat ini banyak dari kita yang memulai untuk memelihara ikan, bukan ikan hias tentunya. Biasanya ikan yang dipilih adalah ikan lele, karena ikan lele bukan termasuk ikan yang manja oleh karena itu perawatan nya mudah daripada ikan - ikan yang lain dan tentu saja enak.
Bahkan saat ini, memelihara ikan menjadi trend baru dengan memanfaatkan ember sebagai alat budidaya ikan yang sekarang memiliki istilah keren yaitu budikdamber, budidaya ikan dalam ember. Ada beberapa dari kita yang tidak mau hanya budidaya ikan saja melainkan memadukan menanam sayur dengan budidaya ikan atau dalam pertanian dikenal dengan istilah aquaponik.
Kita adalah makhluk cerdas, Kita akan selalu mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan seperti sekarang, ketika menjalani masa pandemi. Lagi pula, ketika kita beradaptasi maka kita pun juga akan belajar bagaimana untuk tetap bertahan hidup dari pandemi ini.
Budidaya adalah salah satu hal yang kita pelajari untuk bertahan hidup selama masa pandemi. Jadi, belajar dari pandemi akan membuat diri kita lebih berkembang dan tetap hidup. pun
Ditulis Oleh : Mirza Saputra

Posting Komentar