Melihat Proses Pengubinan Padi Sawah

            Panen adalah hal yang selalu dinantikan oleh semua petani. Hasil kerja keras selama satu musim terasa saat panen. Petani selalu menanti - nanti panen dan berharap mendapatkan hasil yang melimpah ruah. Hasil panen dapat diperkirakan sebelum panen, sehingga petani dapat mengetahui perkiraan panen yang akan didapatkan.            

Metode perkiraan hasil panen disebut dengan pengubinan. Secara definisi, pengubinan adalah istilah yang biasa digunakan oleh petugas pertanian maupun statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian[1] . Secara singkat, mendapatkan hasil panen dalam ukuran petak tertentu lalu melakukan perbandingan dengan luasan per hektar.

Pengubinan Padi Sawah - Dokumentasi Pribadi

            Salah satu komoditas yang melakukan pengubinan adalah padi sawah. Pengubinan padi sawah dilakukan oleh Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Karas Kabupaten Magetan di salah satu lahan warga Desa Temenggungan. Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat, yang berupa pipa besi panjang dengan ukuran 2,5 Meter sehingga menghasilkan luasan persegi seluas 6,25 m. Penggunaan ukuran 6,25 m2 adalah ukuran yang paling umum digunakan, tetapi dapat disesuaikan dengan model jarak tanam[2] .

1 / 2
Pengukuran Ubin
2 / 2
Pipa Besi

            Langkah selanjutnya adalah memilih bagian sawah yang akan dilakukan pengubinan. Syarat yang harus dipenuhi antara lain[2] seragam dan dapat mewakili penampilan hamparan, baik dalam segi pertumbuhan, kepadatan tanaman, maupun kondisi terakhir yang ada di lapangan. Setelah didapatkan lokasinya, maka pipa besi tadi diletakkan lalu diberi tanda supaya tidak salah. Karena pipa besi hanya terdapat dua, maka digunakan secara bergantian. Apabila tidak ada pipa besi, dapat menggunakan alat lain dengan ukuran yang sama. 

            Tanaman padi yang masuk ke dalam lokasi pengubinan dipotong. Pemotongan tanaman padi dapat menggunakan alat apapun, yang penting dapat memotong. Pastikan tidak memotong tanaman padi yang bukan termasuk dalam luasan ubin. Saat pengangkutan, pastikan tidak terlalu banyak gerakan yang membuat gabah rontok saat perjalanan. Kemudian tanaman padi yang telah dipotong, dirontokkan untuk mendapatkan gabah. Perontokan dapat dilakukan secara manual atau mesin, tetapi dalam kejadian ini dilakukan dengan cara memukul tanaman padi ke dingklik sehingga gabah dapat dirontokkan.

Perontokan Gabah - Dokumentasi Pribadi

Hasil rontokan gabah ditimbang kemudian dihitung. Apabila menggunakan beberapa ubin, maka tiap hasil perlu dilakukan perhitungan rata - rata. Hasil perhitungan rata rata kemudian dikalikan dengan perbandingan dari 10000 m2 dan 6,25 m2, sehingga didapatkan hasil 

Hasil dari perkiraan produksi ini akan menjadi perbandingan keberhasilan dalam melakukan usaha tani. Peningkatan hasil ubinan menunjukkan adanya dampak penerapan teknologi yang telah dilaksanakan[3] . Sehingga hasil perbandingan ini dapat digunakan di kemudian hari oleh petani sebagai bahan evaluasi.

Metode pengubinan padi sawah ini juga dapat menghindarkan petani dari penipuan sistem ijon-ijon atau sistem borongan. Seringkali setelah dipanen, hasil produksi lebih tinggi daripada perjanjian, akhirnya petani tertipu dan dirugikan. Oleh karena itu, pengubinan tidak harus dilakukan oleh pejabat pertanian, tetapi dapat dilakukan oleh petani itu sendiri.

Ditulis Oleh : Mirza Saputra

Sumber : [1] [2] [3]

DotyCat - Teaching is Our Passion