Mangrove sebagai Ketahanan Masyarakat Masa Depan

Indonesia adalah negara dengan kekayaan yang melimpah mulai dari flora hingga fauna, tidak terkecuali dengan kekayaan Mangrove nya. Mangrove sering disalah artikan sebagai bakau, meskipun sebenarnya istilah bakau lebih banyak digunakan pada spesies Mangrove tertentu[1] . Mangrove menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)[2] adalah jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut. Mangrove bukan lah nama tanaman, mangrove memiliki banyak jenis seperti Sonnerattia caseolaris, Bruguiera gymmorrrhiza, Nypa fruticans, dan lain - lain[1] .

Tumbuhan Mangrove mempunyai daya adaptasi yang khas sesuai dengan habitat yang dipengaruhi oleh pasang surut dan salinitas. Adaptasi terhadap genangan air dicerminkan dengan pembentukan akar napas, akar lutut, akar tunjang, dan perkecambahan biji pada waktu buah masih menempel di pohon [3] .

Hutan Mangrove - Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Buleleng

Kelompok Mangrove tumbuh membentuk hutan Mangrove, tipe hutan yang terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, yaitu tergenang air laut pada waktu pasang dan bebas dari genangan pada waktu surut [1] . Menurut KKP[4] , luas hutan Mangrove Indonesia tahun 2020 mencapai 3,49 Juta Ha, namun 52% atau 1,82 juta Ha Mangrove Indonesia dalam kondisi rusak. 

Kerusakan yang terjadi sangat disayangkan karena keberadaan Mangrove sangat penting, tidak hanya dari aspek ekologis tetapi aspek keberlanjutan ekonomi dan pangan masyarakat pesisir pantai. Secara singkat, fungsi Mangrove dalam aspek ekologis bagaikan benteng yang melindungi pantai dari gelombang, terpaan angin, gemburan badai, dan gelompang pasang tsunami[1] .

Mangrove dan keanekaragaman hayati di sekitarnya adalah potensi keberlanjutan ekonomi dan pangan, keduanya berjalan beriringan. Mangrove memiliki kayu yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan tempat tinggal dan bahan untuk membuat perahu atau sampan[1] .

Mengangkut Kayu Mangrove - Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia

Sebagai contoh, pemanfaatan kayu Mangrove telah dilaksanakan secara turun temurun oleh Masyarakat Suku Asli Sungai Liong Pulau Bengkalis, mereka memanfaatkan kayu Mangrove menjadi kayu arang yang memiliki nilai ekonomi tinggi , kayu cerocok untuk bangunan, kayu bakar sebagai sumber energi untuk memasak[5]

Selain kayu, buah yang dihasilkan tanaman Mangrove juga dapat dimanfaatkan, meskipun belum sepopuler pemanfaatan kayu Mangrove. Sebagai contoh di Desa Jangkaran, Kulon Progo[6] , buah Mangrove dimanfaatkan untuk membuat produk antara lain sirup dan selai buah, dodol, kolak, tepung Mangrove yang mampu diolah menjadi panganan menggantikan tepung terigu[1] , dan berbagai macam olahan pangan lain nya.

Buah Mangrove Lindur ( Bruguiera gymborrhiza ) - Mangrovemagz

Pemanfaatan buah Mangrove belum populer di karenakan kurang nya pengetahuan masyarakat pesisir akan cara pengolahan buah Mangrove. Sejati nya, hasil olahan buah Mangrove memiliki nilai ekonomi sehingga mampu menjadi komoditas dagang. Selain itu, buah Mangrove yang memiliki kandungan karbohidrat dapat diolah sebagai pengganti beras, setidak nya sebagai makanan penganekaragaman pangan untuk mengurangi konsumsi beras[1]

Keanekaragaman hayati di sekitar Mangrove juga dapat dimanfaatkan, seperti berbagai jenis ikan, udang, kerang - kerangan, kepiting[1] . Penanaman Mangrove mengundang berbagai macam jenis fauna untuk datang karena Mangrove mampu menyediakan bahan organik yang sangat besar jumlahnya sebagai bahan makanan[1] .

Kepiting Bakau - Wikipedia

Keanekaragaman hayati tersebut dimanfaatkan sebagai komoditas dagang karena memiliki nilai ekonomi atau bisa juga digunakan sebagai sumber pangan karena fauna tersebut juga memiliki gizi yang tinggi.

Melihat manfaat yang diberikan Mangrove, sudah seharusnya menyadarkan kita bagaimana penting nya Mangrove. Luas kawasan Mangrove setiap tahun menurun secara signifikan akibat dampak dari pembangunan infrastruktur fisik, sehingga menyebabkan 50 % Mangrove di Indonesia rusak karena pemanfaatan dan pengelolaan yang kurang memperhatikan kelestarian[7] .

Mangrove adalah masa depan. Oleh karena itu, masa depan harus di mulai dari sekarang. Semakin giat melakukan konservasi kawasan Mangrove, agar Mangrove benar - benar menjadi masa depan. 

Ditulis Oleh : Mirza Saputra

Sumber : [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] 

DotyCat - Teaching is Our Passion