Memahami Hari Tani Nasional
Selamat hari tani, salam cinta dari admin Catatan Cerita untuk semua petani indonesia. Hari Tani Nasional 2020 ini mengusung tema “ Meneguhkan Reforma Agraria untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan “. Dalam tulisan ini akan membahas sejarah Hari Tani dan Cara memahaminya
Histori Hari Tani Nasional
Presiden Soekarno pertama kali menetapkan Hari Tani Nasional dengan menerbitkan Keppres No 169/1963. Keppres ini ditetapkan untuk mengenang terbitnya UU No 5/1960 tentang pokok-pokok Agraria (UUPA) yang mengamanatkan pelaksanaan reforma agraria. UUPA menjadi sesuatu yang bersejarah bagi Indonesia, pasalnya kelahiran UUPA melalui proses panjang yang memakan waktu hingga 12 tahun.
Yang dimulai dengan pembentukan "Panitia Agraria Yogya" (1948), "Panitia Agraria Jakarta" (1951), "Panitia Soewahjo" (1955), "Panitia Negara Urusan Agraria" (1956), "Rancangan Soenarjo" (1958), "Rancangan Sadjarwo" (1960), akhirnya digodok dan diterima bulat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), yang kala itu dipimpin Haji Zainul Arifin.
Keppres No 169/1963 berisi [1] :
Memahami Hari Tani
Untuk Hari Tani Nasional tahun 2020 ini, apa yang telah kalian lakukan ? sudahkan kalian memperingati maupun merayakan Hari Tani Nasional ini ? Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memeriahkan Hari Tani 2020 ini, salah satu hal yang bisa di masa digital ini adalah Digital Campaign, yaitu dengan memposting postingan yang mengandung unsur Hari Tani Nasional maupun Pertanian.
Ada juga yang memperingatinya dengan mengadakan seminar maupun diskusi
bahkan ada yang mengadakan lomba bertema pertanian. Selain itu ada juga
yang memperingati maupun merayakan Hari Tani 2020 dengan melakukan
kegiatan pertanian sebagai bentuk penghormatan terhadap petani. Ada pula
yang memperingati Hari Tani dengan menulis, ya salah satu nya saya
|
|
| Instagram - Koleksi Pribadi |
|
|
| Twitter - Koleksi Pribadi |
Apakah kalian sadar ?, bahwa yang kalian lakukan adalah sebuah implementasi dari sebuah sifat dasar manusia, yaitu Peduli. Peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita [2] , dan tidak bisa nafikkan bahwa sikap peduli adalah sikap yang muncul akibat ikut merasakan sebuah perasaan dari orang lain, karena didasari oleh empati.
Empati, dalam arti ini, adalah kemampuan manusia untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Rasa peduli bergerak lebih jauh dengan memikirkan apa yang menjadi kebutuhan orang lain, dan tindakan nyata apa yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan itu [3] , Kalian semua, saya yakin peduli dengan petani indonesia, hal itu bisa dibenarkan dengan tindakan kalian dalam memperingati Hari Tani 2020.
Tetapi untuk yang belum peduli, bagaimana ? seperti yang dijelaskan
sebelumnya, sikap peduli hanya akan timbul jika kita mampu merasakan apa
yang dirasakan orang lain, kita akan memahami kehidupan petani apabila
kita ikut terjun ke sawah serta bercengkrama dengan petani, kita akan
memahami kondisi pertanian apabila kita terjun dalam dunia pertanian
melalui sebuah organisasi, kita akan memahami pertanian apabalika kita
mencoba melakukan nya.
|
| Petani - Flickr |
Hari Tani Nasional 2020 ini bisa kita dipahami sebagai titik memulai
peduli terhadap petani, peduli terhadap kondisi pertanian serta peduli
terhadap pertanian. Hasil kerja petani adalah yang kalian makan hari
ini, bukahkan sudah seharusnya kalian peduli ? Hasil kerja petani yang
sudah mendarah daging di tubuh kalia. Ayo Jadikan Hari Tani Nasional
2020 ini sebagai langkah awal untuk mulai peduli. AYO
" Ada Petani Segala Menjadi "
Masdan Firgiawan
Di sawah buruh tani sedang beribadah dengan tabah
ia bersujud diatas jerami,
berdzikir sebutir demi sebutir padi
Di sawah
Adalah tempat petani menari dengan padi dan matahari
Malahan ia lebih mencintai matahari ketimbang padinya
Petani datang pagi menyambut matahari
Tidak padinya
Petani datang siang makan dengan matahari
Petani datang sore menjemput senjanya
Sayang sekali matahari tidak ada di malam hari
Tidak ada makan malam dengan matahari
Padi merunduk saja melihat kemesraan mereka
Semakin lama padi melihat kemesraan mereka
Padi semakin merunduk,
padi semakin matang
Di sawah
Petani belajar banyak kepada padi
Kerendahan diri, keikhlasan, dan kerahasiaan
Di sawah,
Tuhan menanam berkah,
dan petani memanennya
Ditulis Oleh : Anggoro Bayu Aji x Masdan Firgiawan x Mirza Saputra


1 komentar